Menghitung Systemic Vascular Resistance

Systemic Vascular Resistance (SVR) bisa mengalami kenaikan oleh obat-obat tertentu, seperti dopamin. Berikut ini adalah cara menghitung SVR :

SVR = (MAP – CVP) : CO

SVR : Systemic Vascular Resistance

MAP : Mean Arterial Pressure

CVP : Central Venous Pressure

CO : Cardiac Output

Karena nilai CVP umumnya mendekati 0 mmHg, maka perhitungannya bisa disederhanakan menjadi :

SVR = MAP : CO

Satuan unit untuk SVR umumnya mmHg/ml/menit atau mmHg.menit/ml. Terkadang harus diubah dalam PRU(peripheral resistance units). Alternatif lainnya menggunakan satuan centimeter.gram.second (cgs) unit seperti dynes.sec/cm2 dimana 1 mmHg= 1.330 dynes/cm2 dan CO dalam cm3/detik. Nilai dari PRU dapat dikonversi ke cgs dengan mengalikan nilai PRU x 80.

Sekian

Menghitung Cardiac Output dan Cardiac Index

Sebagian obat perlu diberikan dengan mempertimbangkan parameter Cardiac Output dan Cardiac Index. Berikut ini adalah rumus menghitungnya :

Cardiac Output

CO = SV x HR

CO : Cardiac Output (liter/menit)

SV : Stroke Volume (ml/beat)

HR : Heart Rate (beat/menit)

Sementara untuk Cardiac Index :

CI = CO / BSA

CI : Cardiac Index (L/min/m2)

CO : Cardiac Output (L/menit)

BSA : Body Surface Area (m2)

Sekian

Menghitung CrCl dengan Metode Cockroft-Gault

Banyak cara menghitung Klirens Kreatinin pasien, salah satunya adalah Metode Perhitungan Cockroft-Gault. Dalam metode ini, anda sebelumnya harus mengetahui umur pasien, berat badan pasien, nilai serum kreatinin darah pasien dan jenis kelamin pasien. Jika sudah lengkap, maka semua nilai dimasukkan dalam rumus :

Pria :

CrCl = [(140-umur) x berat badan] / (72 x nilai serum kreatinin)

Wanita :

CrCl = {[(140-umur) x berat badan] / (72 x nilai serum kreatinin)} x 0.85

dimana

ClCr dalam mL/menit

Umur dalam tahun

Berat badan dalam kilogram (kg)

Serum kreatinin dalam mg/dl

Catatan : Untuk kondisi tertentu, nilai berat badan ada yang memperhitungkan BMI, IBW, ABW dan TBW.

Demikian pelajaran singkat. Semoga bermanfaat

Salam

Yuk Belajar …

Belajar adalah wujud kearifan seseorang. Bukan karena tidak pintar, bukan karena tidak punya pekerjaan lain, bukan karena ingin mendapat gelar ataupun ijasah. Belajar adalah proses yang akan menghasilkan manfaat. Ketika masih kecil, anak-anak perlu bisa membaca dan menulis, oleh karena itu mereka belajar mengucapkan kata-kata dan menuliskannya dalam buku latihan. Beberapa waktu kemudian, anak-anak kecil itu sudah mulai belajar berhitung, belajar naik sepeda, belajar musik, dan terus hingga dewasa selalu saja ada yang harus dipelajari.

Pembelajaran tidak mengenal usia , tidak memandang tempat dan status sosial. Ketika ada kesempatan dan kemauan, proses belajar dan mengajar menjadi hal yang niscaya terjadi.

Seorang guru pernah berkata,” Belajar yang paling efektif adalah mengajar.”

Semoga bermanfaat

Salam